Rutinitas RPM, Kiyai Yedi Tenjo Laya  Pimpin Istighosah di Rutan Kelas IIB Pandeglang

PANDEGLANG, BANTEN  – Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) rutin melaksanakan Istighosah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang dengan dipimpin Kiyai Yedi Tenjolaya sebagai upaya memperkuat pembinaan rohani bagi warga binaan.

Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat melalui lantunan doa dan zikir yang diikuti warga binaan Rutan Kelas IIB Pandeglang sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Ketua RPM Pandeglang, H. Dede Setia Wahidin, menyampaikan bahwa kegiatan Istighosah

merupakan bagian dari rutinitas sosial dan keagamaan RPM untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, termasuk warga binaan di lingkungan Rutan.

H. Dede Setia Wahidin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun kepedulian terhadap pembinaan mental dan spiritual.

Ia menuturkan, Istighosah bersama diharapkan dapat memberikan ketenangan batin serta menjadi ruang refleksi bagi peserta dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

H. Dede menambahkan, keterlibatan tokoh agama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan dan mudah diterima.

Ia juga berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara RPM dan pihak Rutan.

H. Dede menilai pembinaan rohani memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran, memperkuat nilai-nilai kebaikan, serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif.

Ia menegaskan bahwa RPM berkomitmen mendukung kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat serta memperkuat nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan Istighosah ini, para warga binaan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. serta menjadikan doa dan zikir sebagai bekal untuk memperbaiki diri,” ujar H. Dede Setia Wahidin, Jumat (30/10/2026).

Selain menjadi sarana ibadah bersama, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan silaturahmi antara RPM, tokoh agama, dan pihak Rutan serta mendukung pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan keagamaan yang humanis. (Red).