JAKARTA — Persatuan Wartawan Indonesia mempertegas komitmennya untuk menyelenggarakan Hari Pers Nasional 2027 secara lebih inklusif dan kolaboratif bersama seluruh konstituen Dewan Pers.
Langkah ini mengemuka dalam pertemuan hangat antara pengurus PWI Pusat dan pimpinan Dewan Pers Selasa 9 September 2026 di Jakarta, untuk membahas masa depan serta tata kelola perhelatan tahunan insan pers tersebut.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menjelaskan bahwa penetapan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional memiliki ikatan historis yang tak terpisahkan dari kelahiran PWI pada tahun 1946.
”HPN adalah milik seluruh insan pers Indonesia dan kami sangat terbuka apabila seluruh konstituen Dewan Pers terlibat aktif,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir.
Ia menekankan bahwa praktik penyelenggaraan HPN yang konsisten selama empat dekade telah membentuk kontinuitas kelembagaan yang patut dijaga bersama.
”PWI tidak menolak pembaruan regulasi, tetapi sepanjang belum ada ketentuan hukum baru, kontinuitas penyelenggaraan HPN harus tetap berjalan,” kata Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir.
Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat beserta jajaran anggota menyambut baik penjelasan tersebut sembari mendorong agar pelaksanaan HPN mendatang makin akomodatif bagi seluruh ekosistem pers.
”Kami berharap akar sejarah HPN tetap dihormati dengan penyelenggaraan yang semakin terbuka, inklusif, dan menjadi rumah bersama,” tutur Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat.
Pertemuan strategis yang dihadiri jajaran Dewan Kehormatan PWI dan pimpinan Dewan Pers ini menjadi pijakan awal dalam menyusun agenda serta kepanitiaan bersama untuk menyukseskan HPN 2027. (Red).





