JAKARTA — Program hidroponik Hiver Jackson di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui budidaya sayuran pakcoy sekaligus membekali mereka dengan keterampilan pertanian modern.
Melalui program ini, warga binaan terlibat langsung dalam proses budidaya, mulai dari penyemaian benih, pemindahan bibit, perawatan tanaman, pemantauan pertumbuhan, hingga panen.
Inisiator Hiver Jackson, Ewang Catur Saputra, yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, mengembangkan program tersebut sebagai sarana pembelajaran keterampilan produktif yang diharapkan bermanfaat bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui hidroponik Hiver Jackson, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar dan terlibat langsung dalam proses budidaya tanaman agar keterampilan yang mereka peroleh menjadi bekal positif untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” kata Ewang, Rabu (21/10/2026).
Selain mempelajari teknik budidaya, Ewang berharap keterlibatan warga binaan dalam kegiatan ini dapat menumbuhkan kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama secara konsisten.
“Program ini bukan hanya tentang menanam sayuran, melainkan juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Ewang.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, Aliandra Harahap, menilai pembinaan kemandirian melalui hidroponik perlu terus dikembangkan untuk memperluas kesempatan warga binaan dalam memperoleh keterampilan produktif selama menjalani masa pidana.
“Program hidroponik Hiver Jackson menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan nilai tambah bagi warga binaan, sehingga mereka memiliki keterampilan praktis, motivasi, dan kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Aliandra.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan belajar menjaga kebersihan area budidaya, merawat tanaman, memantau pertumbuhan, serta memenuhi kebutuhan perawatan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Keterlibatan dalam setiap tahapan tersebut memberikan pengalaman praktik pertanian modern yang dapat menjadi modal awal bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan serupa setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui Hiver Jackson, pembinaan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran yang mendorong warga binaan untuk terus belajar, berkarya, dan membangun kemandirian.
Bukan sekadar menanam sayuran, Hiver Jackson menjadi upaya menumbuhkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan menanam harapan bagi masa depan warga binaan. (Red).





