Doa dan Harapan Mengalir dari Sekretariat Bersama PWI-SMSI Pandeglang demi Keselamatan Pewarta. (Foto: Istimewa).
PANDEGLANG, BANTEN – Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pandeglang memanjatkan doa untuk keselamatan lima jurnalis beserta tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Upaya pencarian oleh tim gabungan terus dilakukan secara masif di sekitar lokasi komunikasi terakhir rombongan tersebut.
Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid mengungkapkan rasa keprihatinannya yang mendalam atas musibah yang menimpa para rekan sejawatnya.
”Kami semua memanjatkan doa terbaik untuk teman-teman kita, semoga seluruh jurnalis dan tiga orang kru speedboat dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid. Rabu (9/9/2026).
Fahdi Khalid membeberkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan ayah dari salah satu korban untuk memantau perkembangan situasi terkini.
”Dari keterangan orangtuanya, bahwa anaknya belum ketemu, jadi mohon doanya saja untuk teman-teman semua,” kata Fahdi Khalid.
Sementata Ketua PWI Kabupaten Pandeglang Asep Mujahidin berharap agar seluruh tim Search and Rescue (SAR) yang bertugas diberikan ketabahan dan fisik yang kuat di tengah cuaca ekstrem.
”Semoga saja teman kita semuanya dalam keadaan selamat dan semoga seluruh petugas diberikan kekuatan fisik, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan misi kemanusiaan yang mulia ini di tengah situasi perairan yang menantang akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau,” tutur Asep Mujahidin.
Ketua SMSI Kabupaten Pandeglang Abdul Azis menegaskan pentingnya solidaritas sesama insan pers untuk terus memberikan dukungan moral dan doa.
”Kita bersama-sama terus memanjatkan doa terbaik agar proses pencarian berjalan cepat, efektif, dan seluruh korban dapat segera dievakuasi untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta,” ucap Abdul Azis.
Rombongan jurnalis yang terdiri dari M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhistiro Pranoto, Daus, dan Donal bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB sebelum akhirnya terputus kontak pada pukul 14.42 WIB di perairan Selat Sunda. (Red).





