PANDEGLANG, BANTEN – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten resmi menghentikan operasi pencarian korban Kapal Motor (KM) Arupadatu satu, pada Kamis 17 September 2026, setelah sepuluh hari penyisiran di perairan Selat Sunda tidak membuahkan hasil.
Keputusan penghentian operasi pencarian kecelakaan laut tersebut disepakati dalam rapat evaluasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan keluarga korban di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad menjelaskan bahwa pencarian aktif dinilai sudah tidak efektif lantaran tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun material kapal.
“Operasi pencarian aktif selama 10 hari resmi dihentikan dan dinilai sudah tidak efektif karena tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban maupun material kapal,” ujar Al Amrad.
Ia menambahkan bahwa petugas tetap memantau wilayah perairan Selat Sunda hingga Bengkulu dan siap membuka kembali operasi jika ada indikasi keberadaan korban.
”Namun demikian, operasi tetap dilanjutkan dengan mekanisme pemantauan serta koordinasi dengan instansi terkait, kapal-kapal yang melintas, dan nelayan di wilayah Selat Sunda hingga perairan Bengkulu,” tutur Al Amrad.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengungkapkan pengerahan delapan kapal patroli beserta personel gabungan selama sepuluh hari pencarian.
”Dari 13 objek barang temuan Basarnas berupa baju pelampung, pelampung putih, galon air, helm merah, jerigen biru, dan dua terpal, seluruhnya telah dikonfrontir dan terbukti tidak identik dengan kelengkapan Kapal Arupadatu 1,” kata Maruli Ahiles Hutapea.
Gubernur Banten H. Andra Soni menyampaikan duka cita mendalam serta menegaskan perpanjangan masa operasi sebelumnya telah dilakukan sesuai undang-undang atas permintaan keluarga.
”Sesuai UU Nomor 29 Tahun 2014, masa operasi 7 hari telah diperpanjang 3 hari atas permohonan keluarga dan Pemprov Banten,” ujar H. Andra Soni.
Gubernur Banten menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendampingi keluarga korban dan terus berkoordinasi apabila ditemukan petunjuk baru di lapangan.
”Akan tetapi, kami tetap berharap koordinasi berjalan bila ada petunjuk baru, dan Pemprov Banten berkomitmen mendampingi pihak keluarga korban,” ucap H. Andra Soni.
Meskipun operasi pencarian secara rutin telah ditutup, seluruh unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Basarnas menyatakan tetap siaga menerima laporan masyarakat jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun bangkai kapal. (Red).





