Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga sedang mendistribusikan pasokan air bersih menggunakan truk tangki ke wadah penampungan dan galon warga yang terdampak kekeringan. Rabu 30 September 2026. (Foto: Istimewa).
PANDEGLANG, BANTEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan 9.870 liter air bersih ke 90 desa di 27 kecamatan Kabupaten Pandeglang yang terdampak kekeringan sejak bulan Juni.
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan secara bertahap guna membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih akibat musim kemarau.
Seketaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Mulyana
menyatakan bahwa pendistribusian air bersih telah mencakup 27 dari 35 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pandeglang.
”Distribusi air bersih sampai saat ini sudah ada di 27 kecamatan dari 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, dan jumlah desa yang sudah terkirim 90 desa atau kelurahan, dengan jumlah air yang sudah terkirim sekitar 9.870 liter,” ujar Mulyana. Rabu 30 September 2026.
Ia menjelaskan bahwa saat ini prioritas pengiriman air bersih difokuskan ke wilayah yang paling membutuhkan, seperti di Desa Banjar dengan alokasi tiga ribu liter.
”Untuk saat ini di Kecamatan Banjar, di Desa Banjar kita kirim tiga ribu liter ya atau tiga kibik,” tutur Mulyana.
Ia menambahkan bahwa fenomena kekeringan ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir bulan November berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
”BMKG kemarin kalau rilis dari rapat kemarin kita mendapat informasi sekitar bulan November akhir itu sudah mulai hujan, perkiraan ya, perkiraan,” kata Mulyana.
Pihaknya juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya keterbatasan depo pengisian air bersih serta jumlah armada truk tangki yang terbatas.
”Depo pengisian air bersih itu yang ada itu terbatas, ada di Karang Tanjung, ada di Labuan, dan ada di Menes, namun saat ini depo pun sudah kesulitan untuk debit air ya, jadi itu utama kendala, kendala kedua unit kita yang punya terbatas ada tiga tangki,” ucapnya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan sarana, ia menegaskan bahwa instansinya akan terus berupaya maksimal dalam melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
”Namun demi pelayanan kepada masyarakat kami berupaya yang penting masyarakat terlayani dengan contoh di belakang ini kendaraan dapur,” kata Mulyana.
Upaya mitigasi darurat ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus menjaga kesehatan anak-anak dan keluarga di wilayah kekeringan.
”Kita berharap bantuan ini bisa mencukupi kebutuhan harian warga sampai musim penghujan tiba nanti,” pungkasnya. (Elo).





