Keluarga korban insiden speed boat Arupadatu menaburkan bunga ke laut dari atas kapal di perairan Selat Sunda, Jumat (18/9/2026). (Foto: Istimewa)
BANTEN – Kepolisian Daerah (Polda) Banten bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendampingi keluarga korban kapal cepat Arupadatu menggelar prosesi tabur bunga di perairan Selat Sunda pada Jumat (18/9/2026).
Suasana haru menyelimuti rombongan saat melarungkan bunga di titik lokasi hilang kotaknya kapal di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk penghormatan serta dukungan moral bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.
”Kegiatan tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan dan doa bersama keluarga korban,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Maruli Ahiles Hutapea.
Ia menjelaskan bahwa seluruh instansi terkait berkomitmen untuk terus mendampingi serta menguatkan pihak keluarga.
”Polda Banten bersama seluruh unsur terkait terus memberikan dukungan kepada keluarga korban,” kata Maruli Ahiles Hutapea.
Pihak kepolisian juga berharap agar doa bersama dalam prosesi ini dapat menghadirkan ketenangan batin bagi sanak saudara korban.
”Semoga kegiatan ini dapat memberikan ketenangan dan kekuatan bagi keluarga korban,” tutup Maruli Ahiles Hutapea.
Prosesi ini mengakhiri rangkaian upaya pencarian kapal cepat Arupadatu yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak saat melintasi jalur perairan Ciwandan menuju area Selat Sunda. (Red).





