GUNUNG SITOLI, SUMUT — Harapan masyarakat Desa Tetehosi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, untuk memiliki akses penyeberangan yang aman dan memadai kian mendekati kenyataan.
Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Afia yang digarap oleh Satgas Bakti TNI terus menunjukkan tren positif dan kini progresnya telah mencapai 31 persen.
Jembatan berbentang 30 meter yang melintasi sungai selebar 20 meter ini dikerjakan secara intensif oleh personel gabungan dari YTP 905/TS, Kodim 0213/Nias, Yonzipur I/DD, serta dibantu oleh para tukang lokal setempat.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat, sekaligus mendukung program pembangunan prioritas nasional.
“Dengan adanya jembatan ini nantinya, mobilitas warga akan semakin mudah dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar,” ujar Kolonel Inf Sandy.
Fokus Pekerjaan Lapangan.
Pada tahap ini, tim di lapangan berfokus pada pekerjaan struktur utama jembatan untuk memastikan kekuatan dan kualitas konstruksi jangka panjang. Beberapa poin pengerjaan terkini meliputi:
Pemasangan TPT: Pembuatan Tanda Pasangan Tanah untuk tiang pilon dan angkur jembatan.
Pengecoran Tiang Pilon: Memperkuat tiang penopang utama penahan beban kabel gantung.
Logistik & Material: Pelangsiran material ke tepi jauh sungai menggunakan peralatan pendukung seperti molen, genset, dan angkong.
Kehadiran jembatan gantung ini diproyeksikan menjadi angin segar bagi konektivitas wilayah Nias. Begitu rampung, fasilitas penyeberangan ini akan memberikan dampak langsung pada beberapa sektor penting:
Pendidikan & Kesehatan: Mempermudah anak-anak menuju sekolah dan mempercepat akses warga ke fasilitas kesehatan.
Ekonomi Desa: Memangkas waktu serta biaya distribusi hasil pertanian warga ke pusat perekonomian Kota Gunungsitoli.
Integrasi Wilayah: Menghubungkan kawasan yang sebelumnya terisolasi aliran sungai saat debit air naik. (Red).




