SRAGEN, JATENG– Batas antara becandaan khas anak-anak dan aksi bullying sering kali tersamarkan. Menyadari bahaya laten tersebut, Babinsa Desa Ngarum, Serda Sutrisno, bersama Bhabinkamtibmas Desa Ngarum, Aipda Ambar Woko, SH, turun langsung merapatkan barisan menyambangi SDN Ngarum 1, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.
Sebanyak 75 siswa dari kelas 4, 5, dan 6 dikumpulkan untuk mendapat suntikan pemahaman mengenai bahaya perundungan sejak dini.
Suasana edukasi berlangsung hangat namun penuh ketegasan. Di hadapan para siswa dan guru yang turut mendampingi, Serda Sutrisno menekankan bahwa ejekan yang menyakiti hati tidak pernah bisa dikategorikan sebagai candaan biasa.
“Jangan pernah menganggap bullying sebagai candaan. Kalau perkataan atau perbuatan kita membuat teman takut, malu, sedih, atau merasa tidak berharga, berarti sudah ada masalah. Jadilah teman yang saling menjaga, bukan saling menjatuhkan!” tegas Serda Sutrisno. Jumat (14/8/2026).
Tak hanya itu, para siswa diajak untuk berani bersuara dan menjadi pelindung bagi kawannya. Siswa diimbau tidak sekadar menjadi penonton, menertawakan, apalagi merekam saat terjadi perundungan, melainkan segera melaporkannya kepada guru atau orang dewasa tepercaya.
Senada dengan hal tersebut, Aipda Ambar Woko menyuntikkan nilai saling menghargai antar sesama. Ia mengimbau agar perbedaan karakter maupun kondisi fisik tak dijadikan bahan cemoohan.
“Setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jangan menjadikan kekurangan teman sebagai bahan ejekan. Kalau ingin sekolah nyaman, maka kita semua harus ikut menjaga,” tutur Aipda Ambar Woko.
Kepala SDN Ngarum 1, Suwarno, S.Pd.SD, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi nyata TNI-Polri ini. Menurutnya, menciptakan iklim sekolah yang aman dan ramah anak memerlukan sinergi kuat antara pihak sekolah, keluarga, hingga aparat keamanan wilayah.
Lewat kegiatan yang komunikatif dan interaktif ini, diharapkan SDN Ngarum 1 dapat melahirkan generasi yang ramah, berempati, dan bebas dari tindakan bullying. (AK/Red).




