RPM Rutin Ronda Malam Demi Antisipasi Kenakalan Remaja dan Pergaulan Bebas

Ketua Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) Pandeglang, H. Dede Setia Wahidin (kanan, peci putih) didampingi Pengurus dan anggota RPM, memberikan imbauan dan pembinaan kepada para pemuda yang kedapatan masih ‘nongkrong’ di area publik hingga dini hari pada Minggu (13/9/2026). (Foto: Istimewa). 

PANDEGLANG, BANTEN — Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) Kabupaten Pandeglang menggelar patroli ronda malam untuk mengantisipasi potensi pergaulan bebas dan tindakan maksiat di wilayah setempat pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

​Patroli intensif ini menyisir sejumlah titik rawan guna memastikan keamanan serta ketertiban lingkungan tetap terjaga dari potensi kenakalan remaja, seperti tawuran, narkoba atau hal-hal yang mengarah kepada tindakan kriminal.

​Ketua RPM Pandeglang, H. Dede Setia Wahidin, menegaskan bahwa pergerakan ini merupakan langkah aktif masyarakat dalam menjaga moralitas generasi muda dari dampak buruk pergaulan bebas.

​”Kami tidak akan pernah lelah turun ke jalan demi memastikan wilayah Pandeglang aman dari potensi pergaulan bebas serta tindakan yang melanggar norma,” ujar H. Dede Setia Wahidin.

​Dede juga mengungkapkan bahwa pengawasan pada jam-jam rawan malam hari terbukti efektif menekan angka potensi kerawanan sosial di tingkat lokal.

​”Kehadiran anggota relawan di lapangan setiap malam merupakan bentuk benteng sosial untuk melindungi anak-anak kita dari pengaruh negatif,” kata H. Dede Setia Wahidin.

​Ia menambahkan bahwa peran aktif warga lokal sangat dibutuhkan untuk memberikan laporan cepat jika melihat pengumpulan massa remaja yang mencurigakan.

​”Sinergi antara relawan dan warga sekitar menjadi kunci utama keberhasilan pencegahan kemaksiatan di lingkungan kita,” tegas H. Dede Setia Wahidin.

​Sementara itu, Koordinator Lapangan RPM, Agung, menjelaskan bahwa timnya membagi kawasan patroli ke dalam beberapa zona prioritas yang sering dijadikan tempat berkumpul.

​”Zona-zona yang sepi dan minim penerangan menjadi fokus utama kami dalam menyisir keberadaan pemuda yang masih nongkrong hingga dini hari,” ungkap Koordinator Lapangan RPM, Agung.

​Agung menyebutkan bahwa pendekatan persuasif serta edukatif selalu diutamakan saat membubarkan kumpulan remaja yang berpotensi melakukan tindakan menyimpang.

​”Kami mengedepankan imbauan secara baik-baik agar mereka segera pulang ke rumah masing-masing demi keselamatan mereka sendiri,” tutur Agung.

​Kegiatan ronda malam ini rencananya akan terus ditingkatkan frekuensinya secara berkala demi menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh warga Pandeglang dari bahaya pergaulan bebas di kalangan remaja. (Red).