Kumandang informasi

Korlap RPM Soroti Dugaan Pasien di RSUD Labuan Tak Punya Ordal Dipersulit 

RSUD Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten (Foto: Istimewa). 

 

PANDEGLANG, BANTEN – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan dinilai tidak profesiobal, pasalnya diduga masih ada sistem ordal (orang dalam) yang mendominasi karyawan dalam memberikan pelayanan kepada Pasien.

Perlakuan yang tidak adil terhadap pasien dialami oleh salah satu warga Labuan bernama H. Uhi Nasuhi.

Ia mengeluhkan adanya perlakuan yang diskriminatif terhadapnya saat istrinya bernama Hj. Neng Ulfatun Hasanah masuk IGD.

“Saya membawa istri yang mengeluhkan sakit dada, tiba di IGD RSUD Labuan ba’da shubuh, baru mendapatkan kamar jam 11 malam. Sedangkan istri Pak Sopyan Humas RSUD Labuan yang tiba belakangan langsung diberikan kamar oleh pelayannya, kan aneh?,” ungkapnya.

H. Uhi melanjutkan, tidak hanya itu, dalam proses meminta kamar juga saya harus mencak-mencak dulu, awalnya bisa masuk kamar lantai 3 kata petugas shift 1 dengan konsekuensi ada biaya tambahan karena harus upgrade BPJS, namun saat ganti shift dengan petugas yang berbeda malah bilangnya tidak bisa. Terpaksa saya ikuti alurnya, saya ambil kamar lantai 2. Ungkapnya

Tapi lucunya, kata H. Uhi, pas kebetulan saya berpapasan lagi dengan Pak Sofyan beliau menegur kok Pak Haji di lantai 2 bukannya sekalian aja istri dirawatnya di lantai 3 dengan ibu pak Haji, saya jawab kata pelayan tidak bisa namun selang beberapa lama setelah pak sofyan menelpon petugas, eh ternyata bisa.

“Petugas berkelit bisa di lantai 3 tapi form yang pak Haji tanda tangani menunjukkan di kamar lantai 2 saya kaget karena saya tidak minta kamar di lantai 2,saya yakinkan bahwa dokumen itu direkayasa,” ujar H. Uhi kepada awak media di kediamannya, Jum’at 27 Februari 2026.

Menyikapi hal tersebut Kordinator lapangan (Korlap), Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) Kec. Labuan, Tb. Eman, mengatakan dari cerita pak Haji Uhi, kami mengambil kesimpulan, diduga kuat pelayanan di RSUD Labuan ini tidak profesional.

“Diduga kuat, adanya ketidakadilan dalam melayani pasien, ditambah lagi aturan yang berubah-ubah saat pergantian shift, juga masih kuatnya dominasi orang dalam (Ordal) menunjukkan buruknya pelayanan di RSUD Labuan,” katanya.

“Melayani warga labuan (H. Uhi Nasuhi) seperti itu, apalagi ke warga luar Labuan,” tambahnya.

Eman, berharap ke depannya, hal tersebut tidak terjadi kepada pasien-pasien lainnya.

“Semoga hal ini, ke depannya tidak terjadi lagi terhadap pasien lainnya,” tutupnya. (Red).

 

 

 

Berita Terbaru