Kumandang informasi

Aktivis EK LMND Pandeglang Soroti Konflik Geopolitik AS–Venezuela

PANDEGLANG, BANTEN – Aktivis Eksekutif Kabupaten Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Pandeglang menyoroti konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang dinilai semakin memperlihatkan watak kesewenang-wenangan negara imperialis dalam tatanan politik global.

Aktivis EK LMND Pandeglang mengecam tindakan Amerika Serikat yang melakukan penculikan terhadap Presiden Venezuela. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan prinsip-prinsip hukum internasional.

Venezuela sebagai negara sosialis yang lahir dari Revolusi Bolivarian memiliki hak penuh untuk menentukan arah politik dan ideologinya tanpa intervensi kekuatan asing.

Bendi Nurdiansyah, Departemen Kajian dan Bacaan Aktivis EK LMND Pandeglang, menegaskan bahwa tindakan Amerika Serikat tersebut telah melukai nilai-nilai peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Apa yang dilakukan Amerika Serikat merupakan bentuk nyata kesewenang-wenangan dan arogansi imperialisme global. Tindakan ini tidak hanya mencederai kedaulatan Venezuela, tetapi juga melukai nilai-nilai peri kemanusiaan dan peri keadilan,” ujar Bendi. Jum’at (9/1/2026).

Lebih lanjut, Bendi Nurdiansyah mendorong Pemerintah Pusat Republik Indonesia untuk segera mengambil sikap tegas dengan mengecam tindakan Amerika Serikat tersebut.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki landasan ideologis dan historis untuk berdiri di barisan bangsa-bangsa yang tertindas.

“Pemerintah Republik Indonesia harus segera mengecam tindakan Amerika Serikat dan menegakkan kembali asas internasionalisme sebagaimana diajarkan Bung Karno, yaitu keberpihakan pada kemerdekaan bangsa-bangsa serta perlawanan terhadap segala bentuk imperialisme,” tegasnya.

Sebagai penutup, Aktivis EK LMND Pandeglang menyatakan dukungan penuh terhadap aksi solidaritas rakyat biasa yang digalang oleh Pimpinan Nasional EN LMND Indonesia dalam melawan imperialisme serta melawan praktik serakahnomich yang menjadi sumber penindasan, ketimpangan, dan penderitaan rakyat di berbagai belahan dunia. (Red).

Berita Terbaru