Tingkatkan Profesionalisme, Kuncen dan Pemandu Wisata Gunung Tilu Ikuti Pembinaan

PANDEGLANG, BANTEN – Upaya meningkatkan profesionalisme pengelolaan wisata religi Makom Gunung Tilu, Kabupaten Pandeglang, dilakukan melalui pembinaan perizinan usaha dan peningkatan kompetensi kuncen serta pemandu wisata alam.

Kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Perizinan Penyediaan Berusaha Jasa Wisata Alam (PB-PJWA) melalui sistem Online Single Submission (OSS) tersebut berlangsung di Makom Gunung Tilu, Desa Kramat Jaya, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang difasilitasi Resor Cibadak, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) itu diikuti 25 kuncen atau juru pelihara dan pemandu wisata alam.

Pembinaan tersebut bertujuan memberikan pemahaman sekaligus pendampingan teknis mengenai mekanisme pengurusan perizinan usaha melalui sistem OSS. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan destinasi wisata yang tertib dan sesuai ketentuan.

Kepala Resor Cibadak, Diding, mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan wisata alam. Menurutnya, pembinaan perizinan menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pengelolaan destinasi yang lebih terarah dan profesional.

Dalam sesi materi perizinan, Muhiban dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap regulasi dan prosedur perizinan PB-PJWA. Pendampingan tersebut diharapkan membantu para pengelola memenuhi kewajiban legalitas dalam penyelenggaraan jasa wisata alam.

“Melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan ini, kami berharap para kuncen Makom Gunung Tilu semakin memahami pentingnya legalitas usaha, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mampu memberikan pelayanan wisata yang aman, nyaman, dan profesional,” paparnya.

Selanjutnya, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Citeluk Sejahtera, Desa Mangku Alam, Kecamatan Cimanggu, Aldrin Firmansyah, memberikan simulasi dan praktik penggunaan sistem OSS. Para peserta mendapatkan pendampingan teknis untuk memahami tahapan pengurusan perizinan secara daring.

Selain aspek legalitas, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pemandu wisata religi. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDP dan Ekraf) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki, menyampaikan materi mengenai keterampilan pemandu wisata.

Mia menjelaskan bahwa kemampuan dan profesionalisme pemandu berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta daya tarik destinasi wisata. Pemandu yang memiliki pengetahuan memadai dan keterampilan komunikasi yang baik dapat membantu wisatawan memperoleh pengalaman berkunjung yang lebih berkesan.

“Kegiatan ini penting dalam upaya meningkatkan kunjungan wisata dan menekan angka kecelakaan di destinasi wisata. Jika hal tersebut bisa terlaksana, tentu wisatawan akan merasa nyaman dan berkesan,” ujarnya.

Menurut Mia, pemahaman terhadap keselamatan pengunjung juga menjadi bagian penting dari kompetensi pemandu wisata. Dengan keterampilan yang memadai, pemandu diharapkan mampu memberikan informasi secara tepat sekaligus membantu menciptakan suasana wisata yang aman dan nyaman.

Makom Gunung Tilu di Desa Kramat Jaya dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menyimpan nilai sejarah dan tradisi. Tempat tersebut disebut sebagai petilasan Adipati Ukur Raden Summadi Kara dari Kerajaan Sumedang Larang.

Keberadaan kuncen atau juru pelihara memiliki peran penting dalam menjaga nilai sejarah dan tradisi di kawasan tersebut. Mereka juga menjadi sumber informasi bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh latar belakang Makom Gunung Tilu.

Melalui pembinaan perizinan dan peningkatan kompetensi, pengelola wisata diharapkan mampu menjaga kelestarian nilai sejarah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah membangun destinasi wisata religi yang tertib, aman, dan berdaya saing. (Red).