Kumandang informasi

Gerakan AMPAN Kawal dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Pandeglang

PANDEGLANG, BANTEN – Gerakan Anak Muda Pandeglang (AMPAN) menyatakan komitmennya untuk mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam aksi penyampaian aspirasi yang digelar di depan Dapur MBG SPPG Mandiri Bakti Nusantara, Kadu Gading, Kecamatan Menes, Rabu (4/2/2026).

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional prioritas pemerintah yang mulai dilaksanakan secara serentak sejak Januari 2025.

Program ini bertujuan menjamin pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum Gerakan AMPAN, Badru Zaman, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk refleksi atas hasil dialog, kajian, serta aspirasi yang dihimpun dari para orang tua siswa terkait pelaksanaan MBG di wilayah Pandeglang.

“Aksi ini bukan bersifat seremonial, melainkan upaya menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya orang tua siswa, agar pelaksanaan program MBG benar-benar dijalankan sesuai tujuan dan standar yang telah ditetapkan,” kata Badru.

Dalam keterangannya, Badru menyampaikan kekecewaan karena tidak ada perwakilan dari pihak pengelola Dapur MBG SPPG Mandiri Bakti Nusantara yang menemui peserta aksi.

Ia menegaskan, AMPAN mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar lebih berhati-hati dalam proses pengolahan dan penyajian makanan.

AMPAN juga mengungkap adanya laporan dari wali murid yang menyebutkan bahwa selama libur sekolah akhir tahun 2025, anak-anak tidak menerima Makan Bergizi Gratis, baik dalam bentuk makanan kering maupun basah, sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Selain itu, AMPAN menyoroti adanya kasus keracunan makanan yang pernah terjadi di wilayah Kecamatan Menes, yang melibatkan puluhan siswa. Menurut mereka, peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang.

“Atas dasar itu, kami merasa perlu mengingatkan semua pihak bahwa program ini menyangkut hajat hidup banyak orang, khususnya anak-anak,” kata Badru.

Dalam aksi tersebut, Gerakan AMPAN menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pengawalan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pandeglang, khususnya di Kecamatan Menes. Mereka juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan evaluasi terhadap dapur MBG SPPG Mandiri Bakti Nusantara, serta meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan peninjauan ulang terhadap operasional MBG di wilayah Pandeglang.

Meski demikian, AMPAN menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari program prioritas Presiden RI. Mereka berharap program tersebut dapat direalisasikan secara optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi kepentingan anak-anak dan masyarakat luas.

“Kami mendukung penuh program MBG sebagai wujud komitmen pemerintah. Namun, pengawasan dan evaluasi harus dilakukan agar pelaksanaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Badru.

AMPAN menyatakan akan melanjutkan langkah penyampaian aspirasi jika tuntutan tersebut tidak mendapatkan perhatian dari pihak terkait. (EM).

Berita Terbaru